Radisty

Radisty

Senin, 19 April 2010

Satu senyuman membuahkan banyak arti

Siapa yg ga suka senyum? Ckck senyum dong! Siapa yg kalo senyum ga pernah tulus? Ckck senyum yg tulus dong! Kalo suka senyum dan senyumnya itu tulus, otomatis membuahkan banyak arti, terutama bagi orang lain :)

Sebuah senyuman bisa membuat hati orang lain tenang; membuat hati oranglain senang; membuat tidak mudahnya oranglain membenci kita; membuat perdamaian diantara kita manusia; membuat penyembuh 'badmood' oranglain; membuat orang yg sedang jatuh cinta klepek2; membuat orang bahagia; membuat apa yg kita sedang kerjakan mudah; dan masih banyak lagi! -_- haha...

Minggu, 18 April 2010

TOKOH DIBALIK KESUKSESAN ANAK

Ketika saya putus asa menghadapi masalah belajar anak di rumah, nilai- nilai ulangan menurun drastis. Sementara saya sebagai orangtua hanya bisa menugaskan belajar- belajar- balajar. Saya bingung harus bagaimana. Langkah apa yang harus saya ambil untuk menyelamatkan anak saya.

Sebagai seorang guru Sekolah Dasar, saya tenggelam dalam kesibukan pekerjaan di sekolah dan di rumah. Pekerjaan menumpuk patut disyukuri tapi apa daya tenaga terkuras habis, yang tersisa adalah kelelahan.

Sementara itu kesadaran anak terhadap itu sendiri belum ada. Saya perhatikan niat belajar belum terbit, konsentrasi belajar sering goyah. Saya sering tekankan padanya agar belajar tanpa diminta , jika belum mengerti cobalah bertanya kembali kepada guru atau orangtua.Saya yakin banyak orangtua bernasib sama seperti saya.

Memang kalau diperhatikan setiap pagi hendak berangkat ke sekolah selalu terjadi tarik urat untuk membangunkan , susah mandi, cepat- cepat sarapan agar tidak terlambat ke sekolah. Terasa berat sekali melangkahkan kaki ke sekolah. Kadang- kadang terlambat, tidak mengerjakan tugas dan malas belajar. Ini berarti anak kurang memiliki semangat belajar.Jenuh terhadap kegiatan padat sepanjang hari yang dilaluinya sehingga kehilangan motivasi.

Salah satu bahaya terbesar bagi anak-anak adalah asumsi bahwa anak akan selalu punya motivasi. Jika mereka diberi sesuatu untuk dikerjakannya. Yang benar adalah anak yang tidak diajari dengan baik akan kehilangan motivasi.Anak- anak yang punya motivasi , apa pun kemampuan mereka, akan menjadi frustrasi jika mereka tidak diajar dengan baik. Anak- anak yang frustrasi akan menolak apapun yang membuat mereka merasa frustrasi. Jika anak-anak memandang pendidikan sebagai hal yang membuat frustrasi, mereka akan menolaknya. Sebaliknya, jika anak- anak memandang pendidikan sebagai hal yang membebaskan dan melibatkan, mereka akan menjadikan pendidikan itu sebagai milik mereka sendiri.

Nah siapa yang bertugas mengajar dengan baik untuk mereka ? Tidak lain orangtua di rumah dan di sekolah.

Orangtua berperan penting dalam mendidik anak di rumah. Anak menghabiskan waktu kira- kira 6 jam di sekolah setiap harinya, selebihnya di lingkungan rumah. Sejauh mana orangtua menyikapinya ? Ada yang beranggapan gurulah yang harus banyak berperan dalam mendidik anaknya sebab guru yang sering bertemu anak dari pagi sampai siang hari sedangkan orangtua hanya pada pagi hari sebelum mereka berangkat ke sekolah. Pada malam hari kadang tidak ada kesempatan , mereka pulang dari kantor malam hari dan anak- anak sudah tidur lelap.

Peran guru sebagai orangtua anak di sekolah memang diperlukan . Guru harus memiliki kemampuan memotivasi belajar anak. Selain itu harus memiliki sikap empati, terbuka , keasliannya, kekonkretan dan kehangatan.

Sikap empati merujuk kepada sikap guru yang mau memposisikan dirinya kepada kerangka berpikir anak sehingga guru dapat merasakan apa yang anak rasakan dan alami.Keterbukaan merujuk pada kemampuan guru untuk membuka diri, siap dikritik, siap diberi masukan, siap dinilai dan siap diberi pujian. Keaslian merujuk kepada penampilan apa adanya dan tidak dibuat- buat. Kekonkretan merujuk pada kejelasan dalam menyatakan sesuatu, memberikan tanggung jawab sesuai dengan kemampuan anak dan realistis. Kehangatan merujuk kepada jalinan komunikasi yang secara psikologis terasa nyaman dan aman bagi peserta didik disertai ketulusan dalam memberikan pelayanan pendidikan.

Sebaik apapun peran guru di sekolah, tidaklah ada artinya bila dibandingkan dengan peran orangtua anak di rumah. Sebab dari sinilah anak berasal dan berkembang. Peran orangtua tidak tergantikan oleh siapa pun. Orangtua lebih mengenal watak anaknya dan lebih peduli.

Anak anak perlu terus mendapat informasi. Mereka perlu diberi penyaluran, mereka perlu dapat mengekspresikan semua perasaan yang mereka miliki. Mereka perlu dapat menyatakan bahwa mereka berpikiran sesuatu harus dilakukan dengan cara berbeda. Mereka perlu tahu situasi- situasi yang diluar kontrol mereka dan dibantu untuk memahami bagaimana merasa efektif ketika mereka merasa tak berdaya.

Anak-anak yang dibiarkan tidak memiliki cara berkomunikasi dapat menjadi rentan. Kerentanan ini mungkin muncul dalam berbagai cara. Anak-anak mungkin menjadi pasif atau mundur untuk bisa bertahan, atau mereka mungkin menjadi agresif atau depresi karena mereka tidak punya cara lain untuk mengekspresikan efek perubahan yang mereka alami.

Beri mereka kerangka kerja, kosakata, pengetahuan dan ijin untuk berbicara tentang apa yang sedang terjadi pada mereka,maka perkembangan mereka ada ditangan mereka sendiri. Berkat bantuan anda sebagai orangtua tidak ada kata terlambat, mulailah saat ini juga melungakan waktu, perhatian dan tenaga anda untuk buah hati anda.

( Maria Imelda Wileri, Guru SD Maria Fransiska, Bekasi )

Kecerdasan Setiap Anak Itu Berbeda

Cerdas bukan hanya pintar dalam pengertian pandai dalam pelajaran di sekolah,anak yang selalu rangking dalam sekolahnya bukan berarti cerdas secara keseluruhan’

Dari buku yang pernah aku baca,tulisan Thomas Amstrong disana menggaris bawahi bahwa setiap anak yang lahir ke dunia membawa berbagai kecerdasan,dan menurut Dr.Horward Gardner,kecerdasan yg di bawa sejak lahir itu ada 8(delapan) jenis yaitu ;

1.KECERDASAN LINGUISTIK (Word Smart )

Yaitu kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif atau dapat dikatakan kecerdasan berbicara….(contoh :Pelawak,pengacara,Orator,politisi)

Permainan yg cocok untuk Keceerdasan Linguistik adalah seperti : Scrable,Tape recorder,buku harian,komputer,teka teki silang,perangko dll.

2.KECERDASAN LOGIS - MATEMATIS

Ketrampilan mengolah angka atau kemahiran menggunakan logika,ini adalah kecerdasan yang digunakan oleh para ilmuwan dalam menciptakan hipotesis..juga kecerdasan yang digunakan oleh para programer..(contoh :akuntan,ilmuwan,programer,ahli matematika)’
Bahan-bahan pembelajarannya adalah : Permainan matematika,kartu remi,Jam,kalkulator,uang mainan,permainan logika

3.KECERDASAN SOSIA

Kemampuan untuk memvisualisasikan,atau mengilustrasikan,gambar dalam kepala seseorang,atau juga memprakaryakan dalam bentuk 2 atau 3 dimensi.
(Pelukis,design interior,penikmat seni)..menghias rumah,menikmati karya seni di museum,membuat laporan keuangan…
Permainan untuk pembelajarannya adalah : Globe,peta(atlas),video game,PS,buku bergambar,camera.

4.KECERDASAN MUSIKAL (MUSIC SMART)

Kepandaian dalam menyayikan sebuah lagu,melodi,alat music,..(contoh :Penyanyi,Pianis,gitaris,musisi,pemain music,tehknisi alat2 musik.
Permainan untuk pembelajarannya adalah : Rekaman CD,CD,alat musik,alat karaoke,perkusi,atau kotak suara.)

5.KECERDASAN KINETIK -JASMANI

Kecerdasa yang ada hubungan dengan olah tubuh..seperti,atlit,penari,pantomim,penjahit,tukang kayu,ahli bedah.

6.KECERDASAN ANTAR PRIBADI

Kepandaian dalam memahami pribadi orang lain.Kecerdasan ini sangat penting,karena kecerdasan inilah yang bisa membawa keberhasilan seseorang dalam bergaul dan berbisnis juga bisa membuat orang berempati dengan orang lain.Alat yang cocok untuk belajar adalah ; Permainan yg berbentuk papan,belajar bersama,alat pesta,rumah boneka,mobil-mobilan,permainan yang membutuhkan teman bermain.

7.KECERDASAN INTER PRIBADI

Kecerdasan untuk memahami diri sendiri,mengetahui siapa diri kita,juga kemampuan untuk mengkontrol diri,serta mengetahui keberhasilan diri sendiri. (contoh :psikiater ,terapis )
Permainan yang cocok adalah :buku harian,hobi yang dilakukan sendiri,peralatan merias,peraltan fashion.
8.KECERDASAN NATURALIS

Kecerdasan atau kemampuan untuk beradaptasi dengan alam,mencintai alam,kepedulian dengan lingkungan sekitarnya,juga kemampuan untuk menyayangi binatang.{contoh :ahli biologi,dokter hewan,penjaga hutan)
Permainan yang cocok adalah ; berkemah,berkebun,akuarium,binatang piaraan :kucing,burung,) ,kaca pembesar.

Jadi bila anak kita kurang pandai dalam pelajaran sekolah,misalnya,tidak usah khawatir,karena setiap anak pasti memiliki kecerdasan,hanya tugas orang tua lah yang harus dapat membangkitkan kecerdasan yang dibawa oleh setiap anak saat lahir…….

Pesona Kecantikan Batin wanita muslimah(Inner Beauty)

Malu karena Allah adalah perona pipinya…..Penghias rambutnya adalah jilbab yang terulur sampai dadanya…..Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya……Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat……Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akherat….Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu……Tanganya selalu berbuat baik pada sesama….Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah…..Gelangnya adalah tawadhu…..Kalungnya adalah kesucian

Membaca sebait puisi yang tertulis di dalam buku Kotak kecantikan Ajaib yang ditulis oleh Ninih Muthmainnah atau yang biasa disebut teh ninih membuat saya berfikir bahwa mungkinkah bisa menjadi seperti apa yang beliau uraikan tersebut. Buku yang menjelaskan tentang lika-liku seorang muslimah, bagaimana pentingnya mengutamakan kecantikan batin dari pada hanya memperhatikan kecantikan fisik semata. Yahh..wanita dengan segala keindahanya..karena memang seperti itulah Allah menciptakan makhluk yang bernama wanita. Namun terkadang…kecantikan itu yang bisa membuat wanita menjadi penghuni neraka terbanyak dibandingkan laki-laki.Siapa sih yang tidak ingin disebut cantik? Semua wanita pasti menginginkannya. Berbagai macam cara dilakukan agar bisa terlihat cantik. Bahkan yang sebenernya tidak terlalu cantik, bisa mendadak jadi cantik kalau dia makeover tubuhnya disalon dan berdandan dengan pakaian yang modis. Halah…kayaknya butuh ekstra banyak doku deh kalau mau terus ngikutin hawa nafsu biar tetep di bilang cantik.

“eh…aku dah cantik blum”“

kira-kira…pantes gak ya aku dandan kaya gini”

“pakaian sama dandanan apaan sih yang lagi ngetrend saat ini, mau dunk di makeover kaya majalah itu”

“kira-kira si dia suka gak ya, tampilan cewek modis”

Bla…bla…bla….banyak deh rumpian yang sering kita denger kalo segenk wanita sudah ngomongin masalah penampilan atau kecantikan fisik. Memang cantik fisik itu penting juga, dan tidak bisa dianggap remeh. Tapi, apakah hanya sekedar cantik parasnya, mata yang indah, suara merdu? Tentu saja tidak. Kecantikan luar itu tidak akan bermakna tanpa ada kecantikan yang datang dari dalam. Waduuhh…apa lagi nih? Kecantikan batin atau bahasa kerenya Inner Beauty.

Terkadang kita pernah melihat atau berbicara dengan seseorang yang sebenarnya dari penampilan fisiknya biasa-biasa saja, tapi ada aura yang terpancar dari dirinya yang membuat kita merasa tertarik padanya. Nah! Pesona inilah yang disebut dengan Inner Beauty. Menurut buku yang saya baca ini, Inner Beauty adalah suatu kekuatan yang tidak terlihat memancarkan keindahan, karisma seseorang. Tetapi pengaruhnya dapat dirasakan oleh orang lain yang berada disekitarnya dan juga memiliki ketaqwaan kepada Allah. Wanita yang senantiasa memelihara ketaqwaan akan dapat mengalahkan kecantikan yang hanya dimiliki lahiriah saja.

Ciri wanita bertaqwa adalah mencintai Allah dan Rasulnya. menutup auratnya, melakukan ibadah-ibadah sunnah, berdzikir kepada Allah, bergaul dengan orang-orang shaleh, merasa diawasi oleh Allah, mengendalikan hawa nafsu.

sudah jelas mengenai inner beauty? Sekarang bagaimana caranya supaya memiliki inner beauty tersebut.Seorang muslimah, dapat memancarkan aura keanggunan fisiknya dari kepribadianya sehingga dapat tampil mempesona. Agar aura kecantikan bisa terpancar, maka diperlukan adanya keseimbangan antara kecantikan fisik dan juga kecantikan batinnya.Bagaimana bisa menampilkan inner beauty? Kunci utamanya adalah harus tampil percaya diri atau PeDe, berfikiran positif, dan tidak menyesali keadaan. Mampu mengendalikan stress.dan tetap semangat dalam menghadapi segala cobaan. Manajemen hati juga penting lho! Supaya bisa terhindar dari rasa benci, dengki, iri, mencoba untuk menghargai orang lain, gaya hidup yang sehat serta pola makan yang tepat. wah berat juga yaa…tapi mulai dicoba tidak ada salahnya kan?

Lantas, bagaimana caranya mengasah inner beauty tersebut?

Pertama, berfikiran positif. Berfikir positif pada diri sendiri dan juga pada orang lain. Muslimah yang berfikiran positif diyakini dapat membuat wajah lebih bersinar karena yang ada di dalam hati dan pikiran terpancar melalui wajah dan mata. Jangan menyesali kekurangan diri, lebih baik berfikir bahwa manusia memiliki kekurangan dan juga kelebihan.

Kedua, rasa Syukur. Rasa syukur juga membuat kita terhindar dari penyakit hati. Bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan karena pada dasarnya Allah sudah menciptakan fisik kita sedemikian sempurnanya. Rasa syukur akan membuat batin terasa lebih tentram. Biasakan juga untuk mengulurkan bantuan dengan ikhlas bagi orang yang membutuhkan.

Ketiga, mengasah kemampuan intelektual. Dengan wawasan serta pengetahuan yang luas akan membuat wanita muslimah memiliki nilai tambah tersendiri.

Keempat, hal yang tidak kalah pentingnya adalah SENYUM (^_^). Karena senyum yang tulus dapat meluluhkan ketegangan jiwa dan membuat wajah lebih bersinar. Hiks! Senyumnya asal jangan disalah artikan saja yaa…..

Ciri-ciri wanita muslimah yang memiliki kecantikan inner beauty itu, mereka yang mampu bertoleransi dan berinteraksi dengan sesama, mempunyai rasa sayang terhadap siapapun, dan rendah hati serta kuat iman. Heemmm…kira-kira…sudah ada blum yaa di diri ini ciri-ciri tersebut? Yah kalau kepingin punya ciri-ciri tersebut. Tidak ada salahnya kan **

Kamis, 15 April 2010

SHOLAT SUBUH

**Kebahagiaan bukanlah tumpukan harta, bertawakalah yang membuat bahagia.**

Lembar pertama kegiatan sehari-hari kita adalah shalat subuh…karena dengan begitu kita akan selalu berada dalam jaminan Allah….ikatan perjanjian dengan-Nya…perlindungan-Nya, pengawasan dan pengamanan-Nya.

Allah pun akan senantiasa memelihara dari segala keburukan….menuntunmu pada kebaikan…dan membawamu pada keutamaan.

Sungguh berkah Allah tidak akan turun pada hari-hari yang tidah diawali dengan shalat subuh….dan allah tidak akan menghidupkan sebuah hari yang tidak dimulai dengan shalat subuh.

Shalat subuh merupakan tanda pertama diterimanya seorang hamba disisi Allah…judul pembuka buku keberhasilan dan sisi penting dari sebuah kemenangan…kemuliaan….kemapanan…dan keberhasilan.

Maka selamatlah bagi mereka yang senantiasa melaksanakan shalat subuh…dan celaka mereka yang tidak memulai harinya dengan shalat subuh…***
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA
TERHADAP PENDIDIKAN ANAK

Tidak dapat disangkal lagi betapa pentingnya pendidikan dalam lingkungan keluarga bagi perkembangan anak-anak Kita semua tentu telah mengetahui bahwa pengaruh keluarga terhadap pendidikan anak-anak berbeda-beda. Sebagian keluarga atau orang tua mendidik anak-anaknya menurut pendirian-pendirian modern, sedangkan sebagian lagi masih menganut pendirian-pendirian kuno atau kolot.
Keadaan tiap-tiap keluarga berbeda-beda pula satu sama lain. Ada keluarga yang kaya, ada yang kurang mampu. Dan keluarga yang besar (banyak anggota keluarganya), dan ada pula keluarga yang kecil. Ada keluarga yang selalu diliputi oleh suasana yang tenang dan tenteram, ada pula yang selalu gaduh, bercekcok, dan sebagainya. Dengan sendirinya, keadaan dalam keluarga yang bermacam-macam coraknya itu akan membawa pengaruh yang berbeda-beda pula terhadap pendidikan anak-anak. Dari kecil anak dipelihara dan dibesarkan oleh dan dalam keluarga. Segala sesuatu yang ada dalam keluarga, baik yang berupa benda-benda dan orang-orang serta peraturan-peraturan dan adat-istiadat yang berlaku dalam keluarga itu sangat berpengaruh dan menentukan corak perkembangan anak-anak. Bagaimana cara mendidik yang berlaku dalam keluarga itu, demikianlah cara anak itu mereaksi terhadap lingkungannya.
Pembahasan
1. Pengertian pendidikan orang tua terhadap anak-Anak.
Pendidikan oraang tua terhadap anak-anak adalah pendidikan yang didasarkan pada rasa kasih sayang terhadap anak-anak dan kodrat yang diterimanya. Orang tua adalah pendidik sejati. Oleh karena itu, kasih sayang orang tua terhadap anak-anak hendaknya memberikan kasih sayang yang sejati pula. ”J. J. Roussseau (1712-1778), sebagai salah satu seorang pelopor ilmu jiwa anak, mengutarakan pula betapa pentingnya pendidikan keluarga itu. Ia menganjurkan agar pendidikan anak-anak disesuaikan dengan tiap-tiap masa perkembangannya sedari kecilnya”. (Ngalim Purwanto, 1995:79).
Dalam hal ini hendaknya kita harus ingat pula bahwa pendidikan berdasarkan kasih sayang saja kadang-kadang mendatangkan bahaya. Kasih sayang harus dijaga jangan sampai berubah menjadi memanjakannya. kasih sayang harus dilengkapi dengan pandangan yang sehat tentang sikap kita terhadap anak.
2. Hal-hal yang perlu dihindari oleh orang tua dalam mendidik anak.
a. Jangan sering melemahkan semangat anak dalam usahanya untuk mandiri.
Dalam hal ini masih banyak orang tua yang selalu menganggap anaknya itu masih kecil, belum dapat berbuat atau mengerjakan sesuatu sehingga orang tua kerap kali melarang anak-anaknya. Larangan merupakan alat mendidik satu-satunya yang lebih banyak dipakai oleh para orang tua terhadap anaknya. Sebenarnya pendapat yang seperti itu tidak benar. Seorang anak yang selalu dilarang dalam segala perbuatan dan permainannya sejak kecil dapat terhambat perkembangan jasmani dan rohaninya.
b. Jangan memalukan/ mengejek anak-anak dimuka orang lain.
Sangat kita sayangkan pendapat orang tua, bahkan juga gurunya, yang masih menganggap alat pendidikan yang salah ini sebagai satu-satunya cara mendidik yang dapat mendatangkan hasil. Padahal anak yang sering ditertawakan dan diejek jika tidak berhasil melakukan sesuatu, maka dengan tidak sadar ia akan selalu berhati-hati tidak akan mencoba melakukan yang baru atau yang sukar. Ia akan menjadi orang yang selalu diliputi oleh keragu-raguan.
c. Jangan selalu membeda-bedakan dan berlaku ”pilih kasih”.
Perlakuan ini terhadap anak-anak dalam keluarga kita, baik antara yang besar dan kecil maupun antara anak laki-laki dan anak perempuan akan mengakibatkan kecemburuan dan kompetisi yang negative. Jadi usahakan agar dalam segala tingkah laku dan perbuatan kita menunjukkan cinta dan kasih sayang yang merata kepada mereka.
d. Jangan memanjakan anak.
Seorang anak yang dimanjakan akan kurang rasa tanggung jawabnya, selalu bersandar dan minta pertolongan kepada orang lain, merasa diri tidak sanggup, dan sebagainya. Tidak memanjakan bukan berarti kita tidak mempedulikannya, karena anak yang tidak dipedulikaan atau kurang terpelihara oleh orang tuanya, akan merasa bahwa dirinya itu rendah tak berharga, merasa diasingkan oleh orang lain, dan sebagainya. Akibatnya, ia akan berbuat sekehendak hatinya. (Ngalim Purwanto, 1995:85-86).
Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah kami paparkan dapat kami simpulkan bahwa:
1. Segala sesuatu yang ada dalam keluarga, baik yang berupa benda-benda dan orangorang serta peraturan-peraturan dan adat-istiadat yang berlaku dalam keluarga itu sangat berpengaruh dan menentukan corak perkembangan anak-anak.
2. Hal-hal yang perlu dihindari oleh orang tua dalam mendidik anak:
a. Jangan sering melemahkan semangat anak dalam usahanya untuk mandiri.
b. Jangan memalukan/ mengejek anak-anak dimuka orang lain.
c. Jangan terlalu membeda-bedakan dan berlaku ”pilih kasih”.
d. Jangan memanjakan anak tetapi tidak baik pula jika kita tidak mempedulikannya.

Rabu, 14 April 2010

INDAHNYA MENJADI SEORANG WANITA

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, Rabb semesta alam.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.

Wanita muslimah adalah dambaan setiap pria.
Jangankan pria muslim yang taat, seorang pria yang pengetahuan agamanya minim pun mendambakan untuk dapat menikah dengan seorang wanita muslimah.

Hal ini merupakan sesuatu yang wajar, mengingat wanita muslimah mampu menjadi penyejuk hati. Untuk menjadi wanita muslimah mungkin tidak mudah, bagi sebagian wanita. Namun jika niat yang dimiliki kuat dan selalu berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, maka menjadi seorang wanita muslimah tidaklah sesulit yang dibayangkan.
Jika seorang wanita terus berpegang teguh pada syariat agama islam, insya Allah dengan sendirinya, bahkan tanpa disadarinya, ia akan termasuk ke dalam golongan wanita muslimah.

Untuk para wanita, berikut ini ada beberapa nasehat yang dapat direnungkan dan dilaksanakan dalam upaya menjadi seorang wanita yang muslimah:

Pertama:
Wanita Muslimah senantiasa beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Rabbnya, percaya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai Nabinya, dan percaya Islam sebagai agamanya.
Dan tampak wujud iman itu dalam perkataan, amalan dan i’tiqad. Dia senantiasa waspada, menjauhi murka Allah dan takut pada kepedihan adzab-Nya serta menjauhi apa-apa yang menyelisihi perintah-Nya.

Kedua:
Wanita Muslimah senantiasa menjaga shalat lima waktu dengan wudhunya dan khusuk’nya serta memperhatikan waktunya. Kesibukan tertentu tidak menjadikan shalat terabaikan. Kesenangan tertentu tidak sampai melalaikan ibadah. Sehingga tampaklah padanya dampak dari penghayatan shalat. Karena sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dan shalat juga merupakan benteng yang besar dari kemaksiatan.

Ketiga:
Wanita Muslimah senantiasa menjaga dan memelihara hijab. Merasa senang hati dan mulia dengan busana muslimah itu. Dia tidak keluar kecuali selalu menutup auratnya dan memohon perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan dia bersyukur kepadaNya atas kemulian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hijab tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah menjaga dan menginginkan kesucian dirinya.
Allah berfirman:
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke tubuhnya”(al-Ahzab: 59)

Keempat:
Wanita Muslimah senantiasa bersemangat untuk menjalankan ketaatan pada suaminya, bersikap lemah lembut terhadapnya, menyayanginya, dan mendorongnya kepada kebaikan, memberi nasehat kepadanya dan menjadikan sang suami bisa beristirahat. Dia tidak meninggikan suara terhadapnya dan tidak menyakiti dalam kata-kata. Telah tersebut di dalam riwayat yang shahih bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadlan dan taat pada suaminya niscaya dia masuk surga Rabbnya.” (HR. Ahmad dan Thabarani).

Kelima:
Wanita Muslimah senantiasa mendidik anak-anaknya untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, mengajarkan pada mereka aqidah yang benar, menanamkan pada hati mereka kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kecintaan pada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, serta menjauhkan mereka dari kemaksiatan dan akhlaq yang tercela.
Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim:6)

Keenam:
Wanita Muslimah tidak berduaan di tempat sepi dengan laki-laki asing (bukan mahram). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Tidaklah seorang perempuan bersepi-sepi dengan seorang laki-laki kecuali setan menjadi yang ketiganya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Al-Hakim)
Sehingga dia tidak bepergian tanpa mahram, dan tidak mendatangi pasar-pasar dan tempat-tempat umum kecuali dalam kondisi mendesak sambil memakai hijab, terselimuti dan rapi tertutup.

Ketujuh:
Wanita Muslimah tidak menyerupai laki-laki pada perkara yang khusus bagi laki-laki.
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Allah melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki.”
(Hadits shahih). Dan jangan sampai menyerupai perempuan-perempuan kafir pada ciri khas mereka dalam hal pakaian, gerak-gerik, dan tingkah laku, dan lainnya.
Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan lainnya)

Kedelapan:
Wanita Muslimah sebagai seorang da’i yang menyeru menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala di barisan perempuan dengan bahasa yang baik, dengan berkunjung ketetangga, dengan menelpon saudari-saudarinya, dengan kitab-kitab kecil dan kaset-kaset Islami. Dia juga melakukan apa yang ia katakan, dan giat untuk menyelamatkan diri dan saudarinya dari adzab Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Sesungguhnya bila Allah memberikan hidayah kepada satu orang lantaran anda, itu lebih baik bagi anda daripada harta yang termahal.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kesembilan:
Wanita Muslimah senantiasa menjaga hatinya dari perkara syubhat (yang samar) dan syahwat serta menjaga matanya dari perkara yang haram. Menjaga telinganya dari musik, perkataan cabul/jorok dan dosa. Menjaga anggota tubuh seluruhnya dari penyimpangan. Dan mengetahui bahwa yang demikian ini adalah taqwa. Sabda Rasulullah SAW:
“Malulah kalian kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Barangsiapa yang malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya niscaya dia akan menjaga kepala dan apa yang ada di dalamnya dan (menjaga) perut dan apa yang dimuatnya. Dan barangsiapa yang mengingat kematian dan kebinasaan, dia akan meninggalkan perhiasan kehidupan dunia.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Hakim).

Kesepuluh:
Wanita Muslimah memelihara waktunya agar tidak terbuang sia-sia, menjaga siang hari atau malamnya agar tidak berantakan. Dia menjauhkan diri dari ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), ataupun mencaci, dan hal-hal yang tidak berguna lainnya.
Allah berfirman:
Dan jauhilah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan senda gurau dan mereka telah terpedaya dengan kehidupan dunia. (Al-An’am:70)

Allah Ta’ala berfirman tentang kaum yang menyia-nyiakan umurnya, bahwa mereka akan berkata:
Betapa ruginya kami karena apa-apa yang telah kami lalaikan di dalamnya (dunia) (Al-An’am: 31)

Wahai para wanita muslim, berlomba-lombalah kalian untuk menjadi seorang wanita muslimah yang sebenar-benarnya. Semoga Allah subhanahu wata’ala membimbing kita semua….. Amieeeen,.61x.

dinda minta maaf apabila terdapat kekurangan dalam penulisan ini, karena dangkalnya pengetahuan dalam mendalami Islam sebagai agama yang dicintai. Semua hanya berpulang kepada niat baik dan didasari hati yang ikhlas, tulus, serta niat berbagi.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Smoga bermanfaat.
amin..

وألسـلام عليكم ورحمة الله وبركات