PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA
TERHADAP PENDIDIKAN ANAK
Tidak dapat disangkal lagi betapa pentingnya pendidikan dalam lingkungan keluarga bagi perkembangan anak-anak Kita semua tentu telah mengetahui bahwa pengaruh keluarga terhadap pendidikan anak-anak berbeda-beda. Sebagian keluarga atau orang tua mendidik anak-anaknya menurut pendirian-pendirian modern, sedangkan sebagian lagi masih menganut pendirian-pendirian kuno atau kolot.
Keadaan tiap-tiap keluarga berbeda-beda pula satu sama lain. Ada keluarga yang kaya, ada yang kurang mampu. Dan keluarga yang besar (banyak anggota keluarganya), dan ada pula keluarga yang kecil. Ada keluarga yang selalu diliputi oleh suasana yang tenang dan tenteram, ada pula yang selalu gaduh, bercekcok, dan sebagainya. Dengan sendirinya, keadaan dalam keluarga yang bermacam-macam coraknya itu akan membawa pengaruh yang berbeda-beda pula terhadap pendidikan anak-anak. Dari kecil anak dipelihara dan dibesarkan oleh dan dalam keluarga. Segala sesuatu yang ada dalam keluarga, baik yang berupa benda-benda dan orang-orang serta peraturan-peraturan dan adat-istiadat yang berlaku dalam keluarga itu sangat berpengaruh dan menentukan corak perkembangan anak-anak. Bagaimana cara mendidik yang berlaku dalam keluarga itu, demikianlah cara anak itu mereaksi terhadap lingkungannya.
Pembahasan
1. Pengertian pendidikan orang tua terhadap anak-Anak.
Pendidikan oraang tua terhadap anak-anak adalah pendidikan yang didasarkan pada rasa kasih sayang terhadap anak-anak dan kodrat yang diterimanya. Orang tua adalah pendidik sejati. Oleh karena itu, kasih sayang orang tua terhadap anak-anak hendaknya memberikan kasih sayang yang sejati pula. ”J. J. Roussseau (1712-1778), sebagai salah satu seorang pelopor ilmu jiwa anak, mengutarakan pula betapa pentingnya pendidikan keluarga itu. Ia menganjurkan agar pendidikan anak-anak disesuaikan dengan tiap-tiap masa perkembangannya sedari kecilnya”. (Ngalim Purwanto, 1995:79).
Dalam hal ini hendaknya kita harus ingat pula bahwa pendidikan berdasarkan kasih sayang saja kadang-kadang mendatangkan bahaya. Kasih sayang harus dijaga jangan sampai berubah menjadi memanjakannya. kasih sayang harus dilengkapi dengan pandangan yang sehat tentang sikap kita terhadap anak.
2. Hal-hal yang perlu dihindari oleh orang tua dalam mendidik anak.
a. Jangan sering melemahkan semangat anak dalam usahanya untuk mandiri.
Dalam hal ini masih banyak orang tua yang selalu menganggap anaknya itu masih kecil, belum dapat berbuat atau mengerjakan sesuatu sehingga orang tua kerap kali melarang anak-anaknya. Larangan merupakan alat mendidik satu-satunya yang lebih banyak dipakai oleh para orang tua terhadap anaknya. Sebenarnya pendapat yang seperti itu tidak benar. Seorang anak yang selalu dilarang dalam segala perbuatan dan permainannya sejak kecil dapat terhambat perkembangan jasmani dan rohaninya.
b. Jangan memalukan/ mengejek anak-anak dimuka orang lain.
Sangat kita sayangkan pendapat orang tua, bahkan juga gurunya, yang masih menganggap alat pendidikan yang salah ini sebagai satu-satunya cara mendidik yang dapat mendatangkan hasil. Padahal anak yang sering ditertawakan dan diejek jika tidak berhasil melakukan sesuatu, maka dengan tidak sadar ia akan selalu berhati-hati tidak akan mencoba melakukan yang baru atau yang sukar. Ia akan menjadi orang yang selalu diliputi oleh keragu-raguan.
c. Jangan selalu membeda-bedakan dan berlaku ”pilih kasih”.
Perlakuan ini terhadap anak-anak dalam keluarga kita, baik antara yang besar dan kecil maupun antara anak laki-laki dan anak perempuan akan mengakibatkan kecemburuan dan kompetisi yang negative. Jadi usahakan agar dalam segala tingkah laku dan perbuatan kita menunjukkan cinta dan kasih sayang yang merata kepada mereka.
d. Jangan memanjakan anak.
Seorang anak yang dimanjakan akan kurang rasa tanggung jawabnya, selalu bersandar dan minta pertolongan kepada orang lain, merasa diri tidak sanggup, dan sebagainya. Tidak memanjakan bukan berarti kita tidak mempedulikannya, karena anak yang tidak dipedulikaan atau kurang terpelihara oleh orang tuanya, akan merasa bahwa dirinya itu rendah tak berharga, merasa diasingkan oleh orang lain, dan sebagainya. Akibatnya, ia akan berbuat sekehendak hatinya. (Ngalim Purwanto, 1995:85-86).
Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah kami paparkan dapat kami simpulkan bahwa:
1. Segala sesuatu yang ada dalam keluarga, baik yang berupa benda-benda dan orangorang serta peraturan-peraturan dan adat-istiadat yang berlaku dalam keluarga itu sangat berpengaruh dan menentukan corak perkembangan anak-anak.
2. Hal-hal yang perlu dihindari oleh orang tua dalam mendidik anak:
a. Jangan sering melemahkan semangat anak dalam usahanya untuk mandiri.
b. Jangan memalukan/ mengejek anak-anak dimuka orang lain.
c. Jangan terlalu membeda-bedakan dan berlaku ”pilih kasih”.
d. Jangan memanjakan anak tetapi tidak baik pula jika kita tidak mempedulikannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar